Dr Jimmy, di Bandung

September 22, 2008 by admin  
Filed under Testimonial

dr Jimmy, di Bandung

dr jimmy di bandung

dr jimmy di bandung

Berikut adalah data Lab saya ketika sesudah dan sebelum memakai Piko Pendant - Pikofir. Pemakaian Piko Pendant hanya dalam waktu 1 ( satu ) hari.

SEBELUM memakai PIKO FIR

SETELAH memakai PIKO FIR

Cholesterol : 302

Cholesterol : 208

Trigliserida : 256

Trigliserida : 187

Asam Urat : 6.3

Asam Urat : 5.2

Pikofir Promo Sale Bulan ini

September 22, 2008 by admin  
Filed under Campaign

Piko Pendant - Pikofir Promo Lebaran

Menyambut Bulan Ramadhan dan Lebaran ini. Pikofir memberikan promo sale untuk bulan ini, untuk setiap pembelian 3 Piko Pendant, mendapat bonus 1 Piko pendant dan 1 T-UP. Gratis…, berikan hadiah terbaik ini kepada orang tersayang atau keluarga anda

  1. Order sekarang juga call or sms Linda di 08159707876
  2. Perhatian bonus tidak termasuk hitungan ID member atau PV ( hanya mendapat 3 ID member).
  3. Bonus tidak dapat diakumulasikan.
  4. Persediaan terbatas. Pesan sekarang juga sebelum kehabisan….

Rekomendasi Para Dokter

September 22, 2008 by admin  
Filed under Riset & Kesehatan

Prof.Dr.H.Hendro Sudjono Yuwono,PhD dan Dr.Weko

Prof.Dr.H.Hendro Sudjono Yuwono,PhD, Vascular Surgeon Spesialis Bedah umum dan Bedah Pembuluh darah

Produk ini telah diteliti melewati uji klinis. Piko Pendant ini aman digunakan siapa saja teknologi Piko dan riset terbaru dari Piko Pendant - Pikofir ini sungguh luar biasa. Saya telah mengujinya, walau efek yang ditimbulkan sangat instan, akan tetapi tidak menimbulkan efek samping berbahaya pada pengguna.

Dr. Weko, di Bandung

Energi dari teknologi Piko Pendant ini sangat luar biasa dan sangat bermanfaat bagi manusia. Produk ini alami dan merupakan hasil teknologi mutakhir. Produk ini 100 persen aman, tidak ada zat ataupun partikel berbahaya, yang menyebabkan Piko Pendant ini bekerja sangat instan, karena Pikofir -Piko Pendant ini telah mengalami proses riset teknologi yang panjang tentunya.

Demo Kekuatan Piko via HP

September 16, 2008 by admin  
Filed under Demo Energi

Uji Kekuatan Demo Piko FIR - Piko Pendant Via HP

Berikut Foto kiriman rekan kita dari Jakarta

Silahkan klik foto-foto tersebut diatas untuk memperjelas tampilan

  • Rekan kita menerima telepon dari penelpon yang telah menempelkan Piko FIR - Piko Pendant pada HP nya
  • Posisi Hp aktif antara penelpon dan penerima
  • Hp diletakkan di meja dalam posisi aktif, di dekat demonstran berdiri
  • Pancaran energi tetap terjadi sangat luar biasa hanya dalam waktu singkat VIA HP

Luar Biasa..terima kasih pada rekan kita yang telah mengirimkan foto demonya, semoga bermanfaat informasi ini bagi kita semua

Sembuhkan Sinusitis

September 16, 2008 by admin  
Filed under Testimonial

Ade (16 tahun, Bandung), sembuh dari Sinusitis

ade

ade

Awalnya sudah beberapa bulan ke belakang, hidung saya terasa sangat berat dan sering sekali merasa perih. Ketika pertama kali diperkenalkan dengan PIKO Pendant ini, mulanya saya ragu, karena sudah berbagai obat dokter dan obat alternatif saya konsumsi namun belum juga bisa mengurangi penderitaan hidung saya ini.

4 hari setelah saya menggunakan PIKO Pendant - PIKOFIR, berangsur-angsur daerah rongga hidung saya terasa jauh lebih ringan dan berkurang beratnya, dan serta merta pusing dan sakit kepalapun tidak terasa lagi.

Demo Kekuatan Keseimbangan

September 16, 2008 by admin  
Filed under Demo Energi

Kekuatan Keseimbangan energi Piko Pendant - Pikofir

Sungguh dahsyat demo yang dilakukan Bapak Anang berikut, adalah demo keseimbangan dan kekuatan energi Piko Pendant PIKOFIR hanya dengan memutar melawan arah jarum jam di lantai, TANPA DIPAKAI.

Silahakn klik gambar untuk memperjelas tampilan.

  • Pak Anang melakukan demo dengan memutar Piko Pendant berlawanan melawan arah jarum jam di lantai
  • Seseorang berdiri di atas lantai yag telah diputari aliran energi Piko Pendant
  • Pak Anang tidak hanya menekan tangan di bagian belakang orang itu untuk menguji keseimbangan
  • Tetapi Pak Anang bahkan berdiri di tumpuan tangan orang tersebut untuk menguji kekuatan orang tersebut dengan gerakan sambil menekan
  • Spektakuler, semua dilakukan hanya dalam hitungan detik, tanpa harus dihitung atau menunggu beberapa waktu, dapat dipraktekkan dalam waktu yang SANGAT SINGKAT

Terima Kasih kepada Pak Anang yang mengirimkan foto demonya, semoga bermanfaat bagi kita semua, dan akan selalu kami tunggu demo dari Pak Anang atau Anda sekalian

Badan Tidak Mudah Lelah Lagi

September 16, 2008 by admin  
Filed under Testimonial

Ibu Lia

Ibu Lia

Ibu Lia (53 tahun), di Bandung

Sebelum bertemu dan memakai PIKO Pendant atau Piko FIR (Far Infrared), badan sangat merasa mudah lelah. Jika saya menaiki tangga nafas saya sering terengah-tengah dan terasa berat untuk bernafas. Tetapi setelah menggunakan dan memakai PIKO Pendant - PikoFIR beberapa hari, ketika bekerja tidak terasa berat sama sekali, ketika menaiki tangga sudah tidak terengah-engah lagi. Badan saya sudah tidak mudah merasa lelah, bahkan tubuh cenderung selalu merasa segar.

Obati Kanker dengan Teknologi Nano

September 16, 2008 by admin  
Filed under Riset & Kesehatan

Nano Technology dalam dunia medis kesehatan

Pikofir sendiri terbuat dari proses nano teknologi, sehingga menghasilkan teknologi yang bukan hanya sanggup memecah molekul pada satuan nano akan tetapi hingga satuan PIKO, dengan asumsi jika energi nano saja sudah sangat hebat dalam dunia medis kesehatan , apalagi teknologi PIKO..

Obati Kanker dengan Teknologi Nano - Lebih Akurat, Meminimalisasi Efek Samping

Dari Harian Media Indonesia, 14 Mei 2008

MRIN

MRIN

SEKITAR 14 tahun lalu, Dian, 45, terpaksa merelakan satu payudaranya diangkat. Rupanya, kanker payudara yang dideritanya saat itu sudah memasuki stadium III.

Karena khawatir sel-sel kanker yang dideritanya telanjur menyebar ke organ tubuh lain, ia pun mengikuti saran dokter yang menganjurkannya melakukan operasi pengangkatan payudara.

Keputusan yang diambilnya memang tidak mengenakkan karena membuatnya harus kehilangan satu payudara dan menggantinya dengan silikon. Meski begitu, ia mengaku hidupnya kini lebih nyaman karena tidak perla mengikuti lagi pengobatan kemoterapi yang membuat rambutnya rontok dan tak jarang menimbulkan rasa mual.

Kasus seperti itu tak hanya dialami Dian, tapi juga sejumlah penderita kanker lainnya. Padahal, seandainya pengobatan dengan teknologi nano sudah diterapkan saat itu, kasus yang menimpa Dian mungkin tidak akan terjadi.

Mengapa bisa begitu? Menurut peneliti dari Lombardi Comprehensive Cancer Center Pusat Kedokteran Universitas Georgetown Amerika Serikat Esther H Chang, pengobatan dengan teknologi nano tidak akan merusak sel tubuh yang sehat karena teknologi tersebut akan langsung menyasar pada sel-sel kanker yang dituju lalu membunuhnya.

“Pengobatan dengan teknologi nano sangat efektif karena menggunakan partikel nano yang sangat kecil. Karena itu, partikel ini dapat menyebar di dalam darah. Selain itu, partikel nano juga mampu membedakan sel baik Lembaga itu didirikan pada 2006, namun baru diresmikan 12 Mei 2008 itu, pada tahap awal berfokus pada studi yang berhubungan dengan kanker hati (hepatocellular carcinoma). Chairman Lippo Group Mochtar Riady mengatakan pembangunan MRIN menghabiskan investasi sebesar US$30 juta. Setiap tahun juga akan dikucurkan dana tambahan sebesar US$3 juta. Dana dan jahat,” papar Chang yang diwawancarai Media Indonesia, Sabtu (10/5), di sela-sela simposium bertajuk Frontier of Cancer Research di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten.

Partikel nano, lanjut perempuan yang melakukan riset mengenai penerapan teknologi nano pada terapi kanker itu, terbuat dari bahan sintetis bernama tumor surpressor genes yang dibungkus dalam cangkang liposom.

Pengobatan dengan partikel nano dapat dilakukan dengan cara menyuntikkannya ke tubuh pasien. Selanjutnya, partikel akan bekerja sendiri mencari sel kanker dan melemahkannya.

Chang juga mengatakan pengobatan dengan teknologi nano dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit kanker dan mendeteksi sel-sel yang berpotensi terkena kanker.

Jika dibandingkan dengan cara konvensional, seperti radioterapi atau terapi gen, penanganan kanker dengan teknologi nano lebih akurat dan dapat meminimalisasi efek samping. Selain tidak menimbulkan radiasi, pemakaian partikel nano tidak menimbulkan penolakan dari tubuh dan tidak berbahaya bagi otak.

Pada kesempatan yang sama, Clinical Professor di Department of Medicine Georgetown University School of Medicine Washington DC Prof dr Curtis C Harris mengatakan diet dengan menu tidak seimbang yang sering dilakukan kaum perempuan dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

Karena itu, ia menyarankan agar orang lebih memerhatikan pola makan, kandungan nutrisi yang terdapat di dalam makanan, dan tidak hanya mengonsumsi satu jenis bahan makanan. “Faktor genetik memang dapat membuat seseorang terkena kanker, tapi gaya hidup (lifestyle) dan makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh,” tegas Professor Curtis.

Untuk itu, Prof Harris menyarankan agar orang lebih memerhatikan pola makan, memenuhi kebutuhan nutrisi yang sesuai dengan usia dan berat badan, tidak mengonsumsi satu jenis bahan makanan saja, dan mengubah gaya hidup. Dengan olahraga secara teratur, memperbaiki pola makan, dan mengonsumsi makanan segar, tambahnya, orang tak hanya hidup lebih sehat, tapi juga bisa terhindar dari penyakit kanker.

MRIN

Menurut Direktur Bidang Hubungan Internasional Institut Kanker Nasional Amerika Serikat Joe B Harford, penggunaan teknologi nano untuk pengobatan masih terbatas, namun riset mengenai itu sudah banyak. Di Indonesia, misalnya, kini ada pusat penelitian kanker bernama Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) yang berlokasi di Lippo Karawaci, Tangerang.

Lembaga itu didirikan pada 2006, namun baru diresmikan 12 Mei 2008 itu, pada tahap awal berfokus pada studi yang berhubungan dengan kanker hati (hepatocellular carcinoma).

Chairman Lippo Group Mochtar Riady mengatakan pembangunan MRIN menghabiskan investasi sebesar US$30 juta. Setiap tahun juga akan dikucurkan dana tambahan sebesar US$3 juta. Dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membiayai penelitian yang dilakukan lima divisi yang bernaung di bawah lembaga riset tersebut yaitu divisi molecular epidemiology, divisi proteomic, divisi single nucleotide polymorphisms (SMP), divisi immunology, dan divisi genomic.

Saat ini, pusat penelitian tersebut memiliki delapan peneliti. Lima dari delapan peneliti berasal dari dalam negeri. Sementara itu, sisanya adalah ekspatriat. Sejauh ini penelitian mengarah pada studi yang bersifat spesifik, seperti riset mengenai •-1-acid glycoprotei n yaitu protein yang diambil dari darah yang selanjutnya digunakan untuk mendeteksi penyakit kanker hati.

Kehadiran MRIN disambut baik oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menegristek) Kusmayanto Kadiman.

‘’Saya menyambut baik kehadiran research center. Persentase anggaran total belanja nasional untuk riset terhadap gross national product (GNP) sekarang ini masih sangat kecil. Padahal, PBB berpesan agar setiap negara menyisihkan minimal 2% dari GNP untuk melakukan penelitian,’’ papar Kusmayanto pada peresmian MRIN di Lippo Karawaci, Tangerang.

Jantung Koroner dan Kolesterol

September 16, 2008 by admin  
Filed under Riset & Kesehatan

SUDAHKAH ANDA TAHU…

Penyakit jantung dan stroke merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan. Bahkan sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.

Penyakit jantung dan stroke sering dianggap sebagai penyakit monopoli orang tua. Dulu memang penyakit-penyakit tersebut diderita oleh orang tua terutama yang berusia 60 tahun ke atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern.

Ketika era globalisasi menyebabkan informasi semakin mudah diperoleh, negara berkembang dapat segera meniru kebiasaan negara barat yang dianggap cermin pola hidup modern. Sejumlah perilaku seperti mengkonsumsi makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress, telah menjadi gaya hidup manusia terutama di perkotaan. Padahal kesemua perilaku tersebut dapat merupakan faktor-faktor penyebab penyakit jantung dan stroke.

Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung & Stroke

Ada berbagai macam penyakit jantung, namun penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Penyebab penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner.

Penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi. Hal ini mengurangi atau menghentikan aliran darah ke otot jantung sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah. Efek dominan dari jantung koroner adalah kehilangan oksigen dan nutrient ke jantung karena aliran darah ke jantung berkurang. Pembentukan plak lemak dalam arteri akan mempengaruhi pembentukan bekuan darah yang akan mendorong terjadinya serangan jantung.

Ada empat faktor utama penyebab penyakit jantung, yaitu :

  1. merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
  2. kadar lemak darah (kolesterol) yang tinggi
  3. tekanan darah tinggi
  4. penyakit kencing manis

Seperti halnya penyakit jantung, stroke juga erat kaitannya dengan gangguan pembuluh darah. Stroke terjadi karena ada gangguan aliran darah ke bagian otak. Bila ada daerah otak yang kekurangan suplai darah secara tiba-tiba dan penderitanya mengalami gangguan persarafan sesuai daerah otak yang terkena. Bentuknya dapat berupa lumpuh sebelah (hemiplegia), berkurangnya kekuatan sebelah anggota tubuh (hemiparesis), gangguan bicara, gangguan rasa (sensasi) di kulit sebelah wajah, lengan atau tungkai.

Faktor-faktor risiko untuk terjadinya stroke mempunyai kesamaan dengan faktor risiko penyakit jantung, yaitu :

  • Merokok
  • Hipertensi
  • Kadar lemak darah tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Gangguan pembuluh darah/jantung
  • Tingginya jumlah sel darah merah
  • Kegemukan (obesitas)
  • Kurang aktifitas fisik/olah raga
  • Minuman alcohol
  • Penyalahgunaan obat (Narkoba)

Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke dengan Pola Hidup Sehat

Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit jantung dan stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut.

Untuk pencegahan penyakit jantung & stroke hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi. Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit jantung dan stroke.

Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit jantung dan stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.

Kurangi minum alkohol. Makin banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan stroke terutama jenis hemoragik makin tinggi. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri.

Lakukan Olahraga/aktivitas fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko lain terkena jantung dan stroke

Kendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah. Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke dan juga penyakit jantung koroner. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke 1,5-4 kali lipat, terutama apabila gula darahnya tidak terkendali.

Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin, kokain, amfetamin, karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba.